jangan benci

jangan benci

aku benci dengan kebencian
benci diriku jangan kau lakukan
kamu taklah berhak tuk membenci
begitu pula dengan diriku sendiri
bolehlah kecewa asal jangan benci

aku benci dengan kebencian
jangan ada rasa benci
diriku tak berhak tuk dibenci
hanya boleh dicintai, disayangi

jangan ada benci
pada diriku ini
aku serius, tak sedang berpuisi

[dzyemtri]

Iklan

jangan tanam benci berlebih

jangan tanam benci berlebih

suatu saat tertanam dalam hatimu segelintir rasa benci
yang terus kau pelihara dengan satu ton pupuk iri dengki
dan kau kembangbiakkan, kau sebar
hingga tumbuh berbunga dendam berbuah pembalasan
yang selanjutnya kau tebar pada setiap hati yang lain
tanpa rasa peduli, yang ada hanya kebencian
seperti yang telah kau tanam dalam hati
kebencian yang sebenarnya merupakan kekosongan hati semata

sesekali datang padamu hadiah perdamaian, persahabatan, dan ketenangan
tapi terus-menerus kau ‘deny’, kau ‘remove’, sampai kau ‘kill’
bagai virus yang teramat sangat membahayakan sistem produksi kebencian yang kau banggakan
namun setelah sekian lama kau pun tersadar
dan memang kau harus segera menyadarinya
bahwa yang kau tebar dan kau tanam itu hanya buat hatimu dan hati yang lain resah
jadi apa yang kau lakukan waktu-waktu itu
hanyalah menghunus pedang, yang lantas kau tancapkan
pada dadamu sendiri dan dada yang lain pula
sama halnya kau genggam anak panah yang berlumur darah
yang telah kau cabut setelah kau sengaja mengarahkannya
tepat pada saudara, teman dan orang lain hingga menembus jantung-jantung mereka
lalu, dengan sengaja pula menusukkannya pada jantungmu dengan tangan sendiri
karena kau sadar dan menyesalinya, bahwa kebencian itu taklah seharusnya kau kembangkan

janganlah kita tanam rasa benci yang berlebih
hingga itu berbunga dendam yang tak berkesudahan
jagalah peace, love, unity, respect, buat hidup terasa berguna

[dzyemtri]