kapan bayar!

kapan bayar!

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!

kata itu seakan awan hitam
berkumpul selubungi kepala
kapan saja kan selalu siap
lontarkan petir ‘kapan bayar!’

tak terasa terpanggang memang
namun cukuplan guncangkan sel otak
gelapkan pandang, mengkerut dahi
gusarkan semangat, menciut hati

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!!
bentar, wey!

woy, kapan bayar!!
woy, cepet bayar!!!
ini gue bayar, wey!!

[dzyemtri]

teriakkan nada sumbang

teriakkan nada sumbang

hey, kawan..
ada lagu buat para penguasa
khusus dariku
coba dengarkan

… kawan-kawanku
satukanlah arah, satukan langkah, satukan tuju
janganlah lupa, ajaklah pula, pikir.. hati.. dan jiwa..

… merah putih telah berkibar
smangat pun telah berkobar
ayo bersatulah
marilah bersatu..
teriakkan.. teriakkanlah.. teriakkanlah..!

teriakkanlah nada-nada sumbang
agar mereka kenang
jeritan-jeritan
kering kerontang

teriakkanlah nada-nada sumbang
agar mereka kenal
tangisan-tangisan
penderitaan

[dzyemtri]

senandung syair kumandang nada

senandung syair kumandang nada

berlinang malam, menunjuk kelam
gelap disiram, terang menyuram

angin mematah, memintal hampa
terpeluk gundah, senyum terlupa

air hujan pecah, sungai meringis
menyatu arah, memikat tangis

petir mengamuk, menanam getir
tenang tercambuk, menghilang syair

sendawa awan, tabuh genderang
nada tertawan, alunan hilang

daun bergoyang, ranting terdiam
rembulan datang, bintang teranyam

embun penyejuk, memecat suram
fajar terbujuk, gelap tenggelam

syair senandung, nada kumandang
pagi terkandung, siang terpandang
canda mendukung, sore pasti kan datang

[dzyemtri]