kapan bayar!

kapan bayar!

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!

kata itu seakan awan hitam
berkumpul selubungi kepala
kapan saja kan selalu siap
lontarkan petir ‘kapan bayar!’

tak terasa terpanggang memang
namun cukuplan guncangkan sel otak
gelapkan pandang, mengkerut dahi
gusarkan semangat, menciut hati

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!!
bentar, wey!

woy, kapan bayar!!
woy, cepet bayar!!!
ini gue bayar, wey!!

[dzyemtri]

tak terpikir olehku

tak terpikir olehku

meniti jembatan kayu rapuh takkan kulakukan
selama kayu-kayu itu masih kokoh menopang beban
kalau pun ada kayu yang rapuh, ku kan gantikan
dan terus kulakukan sampai tak ada yang rapuh satu pun

tapi tak terpikir olehku mengganti tambang sekali pun
kian hari ada saja tali terputus
ku enggan menggantinya, kayu masih kokoh menopang beban
pikirku waktu itu tak perlu menggantinya

usahaku sia-sia, jembatan tak layak lagi
padahal kayu itu masih kokoh menopang beban
lagi-lagi usahaku sia-sia, tak terpikir olehku..
tak terpikir olehku mengganti tali sekali pun

[dzyemtri]