Sampingan

Artis Kesepian

Artis Kesepian

Aku bukan penulis
Pun bukan sutradara
Berpikir praktis layaknya mereka bermetafora
Berlakon dan ikuti aturan mainnya
Itu lebih baik, lebih baik begitu
Kita hidup punya aturan
Kita diberikan panduan
Juga manual book kehidupan

Aku hanyalah pemain
Aku adalah pelakon cerita
Akulah aktor di kehidupanku sendiri
Aku pelukis dan aku musisi
Inilah aku, seniman
Artis kesepian

Peranku kadang manis
Peranku sesekali mistis
Bisa melankolis, sinis hingga sadis
Miris, meringis dan menangis
Mengemis-ngemis
Pernah pula berkumis
Sampai harus berkudis
Berharmoni dinamis
Jadi pesimis serta optimis
Mengilustrasi jejak terlukis

Aku lah artis
Adalah aku, artis
Aku artis kesepian
Tepatnya artis narsis kesepian
Pelakon kehidupan

_dz
#puisi.kehidupan 🙂
23.10.2012 09.13

http://kompasiana.com/b503173
http://kemudian.com/node/270642

kapan bayar!

kapan bayar!

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!

kata itu seakan awan hitam
berkumpul selubungi kepala
kapan saja kan selalu siap
lontarkan petir ‘kapan bayar!’

tak terasa terpanggang memang
namun cukuplan guncangkan sel otak
gelapkan pandang, mengkerut dahi
gusarkan semangat, menciut hati

woy, kapan bayar!
woy, cepet bayar!!
bentar, wey!

woy, kapan bayar!!
woy, cepet bayar!!!
ini gue bayar, wey!!

[dzyemtri]